Rss

Kamis, 29 Mei 2014

Aman Memelihara Kucing....



Aman Memelihara Kucing
Kucing sering dikaitkan sebagai pemicu datangnya penyakit seperti asma, alergi, dan toksoplasma. Asma berhubungan dengan kotoran dan debu yang beterbangan. Bulu kucing bisa membuat kita bersin-bersin. Sedangkan untuk kasus toksoplasma, virusnya bisa berkembang dalam tubuh kucing dengan sempurna. Namun, hal tersebut tidak bisa menjadi patokan patokan bahwa semua kucing  pasti terinfeksi toksoplasma.

Toksoplasma dikeluarkan bersama kotoran kucing, dan tidak setiap saat. Ada waktu-waktu tertentu oosit toksoplasma dikeluarkan bersama kotoran. Memegang atau menyentuh kucing juga tidak lantas langsung membuat penyentuhnya terinfeksi. Dibutuhkan waktu sekitar lima hari untuk bisa tertular toksoplasma. Jika Anda masih ingin sekali memelihara kucing namun masih ragu dengan adanya beberapa resiko di atas, berikut kiat aman memelihara kucing:                                                                                                                                                                         
1.
Hindari kontak langsung dengan kotoran, jika ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Serta rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing.
2.
Berilah makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging.
3.
Peliharalah kucing di dalam rumah untuk mencegah ia mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi.
4.
Mandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan shampoo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering.
5.
Berilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya, untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies.
6.
Jika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan.
7.
Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setiap kali bermain atau kontak dengan kucing.
8.
Jaga kebersihan kucing dan juga kandangnya, agar kucing menjadi binatang yang sehat dan aman untuk dipelihara.
9.
Jangan memberikan susu yang tidak dipasteurisasi.
10.
Jangan membiarkan kucing berkeliaran di luar rumah atau berburu binatang berdarah panas.
11.
Sediakan kucing tempat khusus untuk kegiatan buang air besar (litterbox).
12.
Bersihkan dan buang feces kucing dari litterbox setiap hari, flush feces di toilet, siram air panas atau dibakar. Siram dan bersihkan litterbox dan scoopnya dg air mendidih.
13.
Lakukan kontrol kesehatan kucing secara rutin.
14.
Wanita hamil dan orang-orang dengan sistem imunitas yang rendah seperti terinfeksi HIV atau sedang mendapat pengobatan kemoterapi tidak boleh membersihkan litterbox.
15.
Agar anak-anak bisa berinteraksi dengan kucing kesayangannya tanpa harus membuat kita khawatir, utamakan selalu kebersihan. Ajarkan mereka untuk selalu mencuci tangan setelah memegang, menyentuh, atau bermain-main dengan kucing.

Agar Kucing Aman Dari Toksoplasma



Agar Kucing Aman Dari Toksoplasma

Toxoplasma selalu identik dengan kucing. Bahkan beberapa orang lebih memilih untuk tidak menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan. Memang, kucing bisa menjadi salah satu sumber virus toksoplasma, namun hewan peliharaan lainnya seperti anjing juga bisa berpotensi menyebarkan virus ini. Namun virus tokso bisa dihindari jika Anda melakukan perawatan yang benar pada hewan kesayangan.

Umumnya toksoplasma dikeluarkan dari tubuh kucing melalui kotorannya dan bukan dari bulunya. Menjaga kebersihan kucing peliharaan, adalah hal penting yang bisa Anda lakukan untuk menghindari terjakitnya kucing oleh virus toksoplasma. Lakukan perawatan ini:
1.
Hindari kontak langsung dengan kotoran, jika ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Serta rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing.
2.
Berilah makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging.
3.
Peliharalah kucing di dalam rumah untuk mencegah ia mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi virus toksoplasma.
4.
Mandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan shampoo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering.
5.
Berilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya. Untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga  vaksin rabies.
6.
Jika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan.

Tak kalah penting, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Anda setiap kali bermain atau kontak dengan kucing.

Agar Kandang Kucing Tidak Bau



Agar Kandang Kucing Tidak Bau
Kotoran kucing yang berada di kandang seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap. Meski tidak dapat dihindari, namun dengan rutin membersihkan kandang kucing, bau kotoran kucing bisa diminimalisir. Beberapa trik berikut ini bisa Anda terapkan:
1.
Ganti kotak pasir sehari sekali lalu cuci bersih kotaknya. Lakukan ini secara rutin.
2.
Pasir kandang yang terkena kotoran kucing lebih baik dibuang atau Anda bisa bersihkan pasir tersebut dengan desinfektan lalu jemur.
3.
Perhatikan setiap kucing jantan kencing. Di saat itulah tugas bersih-membersih dimulai.
4.
Bersihkan kandang kucing minimal dua kali sehari. Anda bisa menggunakan desinfektan secara berkala.
5.
Pastikan kandang cukup sirkulasi udara sehingga kandang tidak lembab, udara bisa berganti dan bau pun tidak menyengat.
6.
Sebaiknya matikan AC saat Anda membersihkan kandang. Lebih  baik gunakan kipas angin supaya terjadi sirkulasi udara yang optimal.
7.
Saat Anda melihat kucing buang kotoran terutama kucing jantan langsung saja bersihkan. Jangan menunggu terlalu lama. Karena jika sampai kotoran tersebut terinjak kucing, maka dia akan membawa kemana-mana kotoran tersebut sehingga akan memperluas efek bau kotoran.
8.
Agar bau kotoran kucing lebih minimal, gunakan pengharum ruangan di area sekitar kandang kucing.

Selamat mencoba!
               

Rabu, 28 Mei 2014

Into The Devil-

Into The Devil- Aku menggandeng lengan Lily, menuntunnya menyusuri gelap, menembus belukar yang tumbuh lebat di kanan kiri. Ia sesekali melambat, menurunkan tempo lajunya sebab kelelahan. "Kau yakin, kita tidak tersesat, Dave?" Aku tetap berjalan, menjawab keraguannya dengan tanpa menolehkan wajah. "Tentu. Hanya di tempat itu kita bisa membeli obat, seluruh bandar di kota sudah habis diciduk polisi." Kami mempercepat langkah. Tak lama, sebuah bangunan tua yang tampak hampir rubuh terhampar di depan mata. Genting dan jendelanya penuh lubang-lubang, dengan cat yang mulai mengelupas di setiap bagian dinding. Meski begitu, masih tetap terlihat torehan sisa-sisa kemegahannya dahulu. Sebuah gereja. Aku mendorong pintu depannya yang berhias relief-relief kuno, sedang Lily mengekor dari belakang. Belasan pria--atau mungkin wanita--berdiri mematung dekat altar seolah menanti kedatangan kami dengan jubah hitam dan tudung berwarna senada yang melingkupi kepala. Lily menggenggam erat jemariku. Terasa dingin dan sedikit gemetar. Aku mencelupkan dua jari dalam bejana kecil yang berisikan air, kemudian menempelkannya di dahi dan dua titik di bagian dada. Lalu kembali berjalan menuju orang-orang berjubah hitam itu, melewati barisan kursi-kursi panjang panti umat. "Selamat datang," salah satu dari mereka menyapa, dapat kupastikan dari suaranya, ia seorang laki-laki. Lelaki itu meraih dua cawan emas penuh berisi minuman anggur dan menyodorkannya pada kami. Lily memandangku penuh tanya. Bingung. Namun ia hanya mengikuti saat kutenggak habis minuman yang diberikan. *** Aroma tajam dari wewangian sesaji tercium begitu menusuk hidung. Kulihat Lily tergeletak di atas meja altar dengan lilin- lilin hitam yang mengitarinya. Aku kini telah mengenakan jubah hitam, membuatku tampak seperti salah satu dari mereka. "Ambil jantungnya, dan jadilah abdi kegelapan," lelaki di sebelahku menyerahkan sebuah pisau bedah kecil. Aku meraihnya dengan mantap dan melangkah mendekati Lily yang masih terbujur tak bergerak. Kusampirkan helai rambut yang menutupi wajahnya dengan lembut. Kuusap pipinya perlahan. "Maafkan aku, Sayang. Aku ingin kaya. Aku harus kaya." -Kevin bagaimana pendapat anda (tolong berkomentar atas cerita di atas).....

Cerita Kotoribako (Last part)

Kotoribako (Last part) “Seperti haruna, bocah laki laki itu menemukan sesuatu yang menarik dari kotak itu.. kemudian dia membawa kotak itu pulang ke rumah, karena dia berpikir kalau dia menemukan mainan baru.. Sejak saat itu, sang bocah serta para wanita dan anak anak lainnya yang ada di rumah itu, semuanya sakit parah hingga akhirnya meninggal.. Para warga akhirnya menyadari betapa bahayanya kotak ini jika tidak di tangani sebagaimana seharusnya. Jika kejadian ini terjadi, siapa yang berani menjamin tidak akan terjadi hal seperti ini lagi? Mereka kemudian sepakat membuang kotak itu. Kau pasti tau lanjutannya kan." Mamoru menghela napas "Lima orang datang ke rumah leluhurku dan memintanya untuk menjaga kotak itu. tapi, leluhurku bilang kutukan kotak itu terlalu besar. leluhurku pun tidak sanggup menerimanya.. jadi , leluhurku hanya memberi tau bagaimana cara melemahkan kekuatan kutukan itu." “Kotak itu harusnya dibersihkan sekali setiap periodnya. Ketika penjaga kotak meninggal, semua informasi ini harusnya sudah diketahui oleh penerusnya" "Leluhurku diberikan kepercayaan untuk membersihkan kotak ini. Dan tergantung kutukannya, setiap kotak memliki batas waktunya masing masing.. paling sedikit 110 tahun, dan paling tinggi bisa mencapai 200 tahun. “Peraturan juga melarang para penjaga untuk lari dari tugasnya. kemudian warga desa dibagi menjadi beberapa kelompok.. setiap kelompok dipilih satu untuk menjaga kotak itu. Keluargaku mendapat kepercayaan untuk mengetahui siapa saja sang penjaga kotak itu.. dan hanya keluarga kami yang mengetahuinya.. tidak ada orang lain yang mengetahui detailnya selain keluarga kami. Jadi, hanya kami yang tau siapa dan sampai kapan ia harus menjaga kotak itu. Berbicara tentang kotak ini, jika kamu adalah salah satu anggota dari grup penjaga.. maka kamu menjadi sebuah taboo. “Kalian pasti bertanya tanya... mengapa tidak seluruh warga desa diamanatkan untuk menjaga kotak ini, kan? Kakek ku pernah mengatakannya padaku, karena jika terlalu banyak orang yang diamanatkan.. maka hanya akan ada sedikit orang yang benar benar menjalankan amanat itu. Jika amanat diberikan kepada orang dengan jumlah sedikit.. kemungkinan mereka lepas dari tanggung jawab sangatlah kecil. “Ketika jangka waktu kotak tersebut berakhir.. barulah kotak itu dapat benar benar dibersihkan. Sayangnya, kakekku gagal dalam peran ini.. kakekku meninggal ketika dia sedang membersihkan salah satu kotak. Mamoru kembali menghela napasnya “Hanya itu yang aku tau tentang Kotoribako. dan, oh.. kotak yang aku bersihkan itu adalah Seven -kotak pertama yang dibuat- .. aku tidak tau apa kkotak itu sudah tiba jangka waktunya atau belum,, tapi yang aku tau.. Seven memerlukan waktu selama 170 tahun untuk melemahkan kutukannya barulah bisa dibersihkan total. Mungkin leluhurku tau sesuatu, atau mungkin Kajitani meninggalkan sebuah informasi pada warga desa.. ----------------------- Hanya itu yang dijelaskan oleh Mamoru, hal ini benar benar hal yang taboo.. aku tidka dapat memberikan informasi yang jelas lebih lanjut.. karena aku tidak ingin menyebabkan masalah.. Tapi, ada beberapa hal yang menganggu pikiranku.. Siapa Kajitani? darimana dia berasal? dimana dia mempelajari kotoribako dan cara membuatnya? kenapa dia pergi ke pulau Oki? Kemana kotak pertama -The Eight- ? apa yang dia lakukan dengan kotak itu? Aku tidak tau apakah Kajitani yang ada di dalam cerita Mamoru itu adalah leluhurku.. karena ketika aku menanyakan ini pada ayahku, ia tidak bisa menjelaskan apapun.. Aku tidak yakin darimana asal nama kotak itu.. ini hanya asumsi ku saja, tapi aku pikir One sampai Seven mungkin berarti simbol sebuah sigil. 7 adalah angka magic, dan dalam beberapa mitologi menyebutkan kalau 7 merupakan sebuah sigil. Tapi... bagaimana dengan 8? 8 -Eight- tidak ada sangkut paut apapun dalam hal mitologi sigil.. aku tau harusnya aku memberitaukan ini lebih awal.. Mamoru sempat melarangku untuk menulis cerita ini dan menyebarluaskannya.. karena mamoru bilang.. tidak seharusnya orang lain tau tentang hal ini.. dan mereka yang membaca ini... mungkin akan merasakan sedikit dampak dari kutukan nya.. Azazel~ jika sudah ada yang tau dengan cerita ini tolong komentar dengan menulis baik dan benar......(sopan ya...)